Rabu, 27 Agustus 2008

Otak Revolusioner Pt.2 (Final)

Sebenarnya setiap manusia mampu mengontrol setting-an otaknya masing-masing. Emosi, faktor inilah yang menentukan proses berpikir (booting) pada otak. Emosi diciptakan satu paket dengan sebuah produk yang disebut manusia. Emosi mendorong pemikiran-pemikiran yang bisa mempengaruhi sebuah perbuatan, perkataan, bahkan perubahan seseorang. Rasa cinta, sedih, benci, nafsu, dendam, berawal dari emosi. Jadi kinerja otak juga dipengaruhi oleh emosi yang bisa membawa pikiran menjadi baik atau malah sebaliknya.

Jika setiap manusia bisa mengontrol emosinya untuk menjadikan pikiran menjadi lebih baik, alangkah indahnya jika di dunia ini tidak ada lagi perang, tidak ada lagi kaum miskin yang kelaparan, tidak ada lagi manusia yang menginginkan dirinya sebagai “Maha Kaya”, tidak ada lagi kesenjangan sosial, tidak ada lagi permusuhan.

Tapi ga asik juga dong kalo bgitu. Manusia ga bakal mau belajar untuk jadi lebih maju karena kemakmuran udah diraih. Ga ada lagi rasa ingin menjadi seseorang yang sukses, ga ada yang butuh duit, ga ada lagi liga italia, ga ada hiburan di televisi, ga ada bis jurusan depok-grogol yang anterin gw ketemu pacar, karena semua sudah meraih kemakmuran bagi hidupnya masing-masing.

Tapi mau bagaimana lagi, kehidupan sudah berlangsung. Sejak awal keputusan ada ditangan kita sendiri, tinggal kita yang harus menciptakan keselarasan dalam hidup ini. Jika semuanya berjalan lancar pasti Tuhan memberikan waktu bagi kita untuk memperbaiki hidup ini. Kita tidak bisa merubah yang telah terjadi, kita hanya bisa memperbaiki agar di hari ini dan nanti semuanya akan baik-baik saja. Memperbaiki, kita pasti bisa melakukannya.

Tidak ada komentar: